Rabu, 14 September 2016

1. Kapurung

Kapurung adalah salah satu makanan khas tradisional di Sulawesi Selatatan, khususnya masyarakat daerah Luwu (Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur) Makanan ini terbuat dari sari atau tepung sagu. Di daerah Maluku dikenal dengan nama Papeda. Kapurung dimasak dengan campuran ikan atau daging ayam dan aneka sayuran. Meski makanan tradisional, Kapurung mulai populer. Selain ditemukan di warung-warung khusus di Makassar juga telah masuk ke beberapa restoran, bersanding dengan makanan modern.Di daerah Luwu sendiri nama Kapurung ini sering juga di sebut Pugalu.


2. Coto Makassar

Coto Makassar atau Coto Mangkasara adalah makanan tradisional Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan ini terbuat dari jeroan (isi perut) sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus. Coto dihidangkan dalam mangkuk dan dimakan dengan ketupat dan "burasa". Saat ini Coto Mangkasara sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, mulai di warung pinggir jalan hingga restoran. Dan direncanakan mulai bulan November 2008 Coto Makassar akan menjadi salah satu menu pada penerbangan domestik Garuda Indonesia dari dan ke Makassar. Makanan ini mirip dengan sop sodara.


3. Sop Konro

Sup Konro adalah masakan sup iga sapi khas Indonesia yang berasal dari tradisi Bugis dan Makassar. Sup ini biasanya dibuat dengan bahan iga sapi atau daging sapi. Masakan berkuah warna coklat kehitaman ini biasa dimakan dengan ketupat kecil yang dipotong-potong terlebih dahulu. Warna gelap ini berasal dari buah kluwek yang memang berwarna hitam. Bumbunya relatif "kuat" akibat digunakannya ketumbar.
Konro aslinya dimasak berkuah dalam bentuk sup yang kaya rempah, akan tetapi kini terdapat variasi kering yang disebut "Konro bakar" yaitu iga sapi bakar dengan bumbu khas konro.


4. Jalangkote
Jalangkote adalah kue yang bentuknya serupa dengan kue yang ada di Jakarta dan sejumlah daerah disebut pastel. Bedanya, kalau bahan kulit pastel umumnya tebal dan empuk, maka kulit jalangkote tipis. Kulit jalangkote menggunakan bahan dasar terigu, telur, santan, mentega, garam, dan bahan-bahan tambahan lainnya dan dibuat tipis. Tak hanya kulit, isinya pun beda. Kalau pastel isinya bisa macam-macam seperti cokelat, susu, kacang, ikan, dan lainnya, maka jalangkote tidak.

Secara umum, sejak dulu hingga kini, isi jalangkote hanya terdiri atas wortel dan kentang yang dipotong-potong bentuk dadu dalam ukuran kecil, tauge, dan soun (laksa). Sayur-sayuran ini ditumis dengan bumbu merica, bawang putih, bawang merah, dan bumbu lainnya. Kalaupun saat ini jalangkote mengalami perubahan isi, itu hanya penambahan telur 1/4 atau 1/2 butir dan daging sapi cincang. Dan Jalangkote biasanya disajikan  dalam menu berbuka puasa




5. Buras/Burasa'
Buras/Burasa' adalah masakan khas Sulawesi Selatan. Buras mirip dengan lontong, terbuat dari beras hanya saja bentuknya agak berbeda. Buras lebih halus dengan balutan daun pisang muda, disajikan dengan taburan bumbu kelapa kering, gula, garam dan cabai. kebanyakan buras banyak di jual di pasaran. Namun, Umumnya Makanan ini disajikan pada saat-saat tertentu seperti Acara Syukuran, Pernikahan Dan Pada suasana Lebaran.



6. Mie Titi
Mie Titi ini adalah sejenis mie kering yang disajikan dengan kuah kental dan irisan ayam, udang, jamur, hati dan cumi. Mirip ifumie, hanya mienya sangat tipis. Tadinya nama mie titi ini adalah nama jenis makanan, namun ternyata kata titi berasal dari nama panggilan pemiliknya. Mie Kering di Makassar mulai popular sejak tahun 70-an. Diawali oleh seorang keturunan Tionghoa bernama Ang Kho Tjao, yang kemudian menurunkan pengetahuan memasak mie kering kepada tiga orang anaknya yaitu Hengky, Awa dan Titi. Setelah Ang Kho Tjao meninggal dunia, usaha kedai mie kering dilanjutkan oleh ketiga anaknya yang masing-masing membuka kedai sendiri. Yang cukup popular di Makassar adalah kedai milik Titi, sehingga nama mie kering ini selalu diidentikan menjadi “Mie Titi“. 

7. Pisang Epe
Pisang Epe adalah pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah. Paling enak dimakan saat masih hangat. Makanan Ini banyak di temui di sekitar Pantai Losari Makassar.
1. Tempe Mendoan
Mendoan adalah salah makanan khas Jawa Tengah daerah Banyumas. Banyumas yang terkenal dengan wisata alam Baturaden, terkenal dengan mendoan. Mendoan dibuat dari tempe yang cukup lebar, kemudian dilumuri dengan tepung yang sudah dicampuri bumbu khas, lalu digoreng tidak sampai kering atau mendo. Biasanya mendoan disajikan dengan sambal khas atau cukup dengan cabe rawit (nyigit).
Mendoan
2. Telur Asin
Siapa yang pernah berkunjung ke Brebes? Disepanjang jalan pantura di daerah Brebes, berjajar toko telur asin. Itulah salah satu makanan khas Jawa Tengah di Brebes. Brebes memang sentra penghasil telur bebek terbesar di Jawa Tengah. Selain rasanya yang enak, telur asin juga kaya akan gizi seperti protein dan vitamin. Cocok banget buat sobat yang mau ngasih oleh-oleh setelah berwisata.
Telor Asin
3. Brekecek
Apalagi ini, dari namanya mungkin terdengar aneh. Padahal kalau sobat udah dikasih brekecek, dijamin akan ketagihan. Brekecek adalah makanan khas Jawa Tengah Daerah Cilacap. Cilacap yang terkenal dengan Teluk Penyu dan Nusakambangan memang terkenal dengan hasil lautnya. Brekecek dibuat dari bahan utama yaitu ikan pathak atau ikan jahan. Kalau sobat pernah nyobain rica-rica, rasanya hampir-hampir seperti itu.
Brekecek
4. Sroto Purbalingga
Dari namanya pasti sudah tahu dari daerah mana, makanan satu ini sangat khas Purbalingga. Sroto sebutan daerah Purbalingga untuk Soto menjadi satu yang terlaris karena memiliki cita rasa tersendiri dibandingkan dengan yang lain. Satu ciri khas sroto Purbalingga adalah taburan kacang dan kerupuk putihnya. Oleh karenanya ada satu jenis Sroto Purbalingga paling terkenal adalah Sroto Kriyik, sebab kalau dimakan bunyi kriyik-kriyik.
Sroto Purbalingga
5. Sup Senerek
Sup Senerek adalah makanan khas Jawa Tengah untuk daerah Magelang. Katanya neh, sup senerek ini sudah ada sejak zaman belanda. Waw, berarti sudah ada sejak zaman nenek moyang kita dong. Kuliner satu ini memang khas banget untuk daerah dingin seperti Magelang dan paling enak kalau disantap selagi panas. Ini beberapa rumah makan yang menyajikan menu Sup Senerek seperti Rumah Makan Pak Parto di Pertokoan Rejo Mulyo C no 12, Jalan Ikhlas serta warung senerek Bu Atmo di Jalan Mangkubumi.
sup senerek magelang makanan khas jawa tengah
Sup Senerek
6. Mangut Beong
Masih kuliner khas Magelang, yaitu mangut beong. Sejenis ikan lele tapi bukan lele, terus apa dong? Cobain sendiri aja ya sobat.hehehe. Hidupnya beong di sungai-sungai dan merupakan ikan khas sungai progo. Jika dirasakan, dagingnya kurang lembut dan tidak mudah hancur. Katanya lagi sobat, ikan beong sangat kaya kandungan protein. Kalau mau mencoba langsung mangut ikan beong khas Kota Magelang, langsung saja sobat ke sekitar borobudur-salaman, yaitu desa Bumen, kelurahan Kembanglimus.
Mangut Beong
7. Dawet Ireng Purworejo
Dawet ireng adalah salah satu makanan khas Jawa Tengah daerah Purworejo. Berbeda dengan dawet pada umumnya yang berwarna hijau, sesuai dengan namanya dawet ireng berwana ireng atau hitam. Warna hitam pada cendol berasal dari pewarna alami berupa abu bakar jerami yang dicampur dengan air dan dicampurkan dalam pembuatan cendol. Rasa dawet ireng sendiri sangat lezat dan memiliki manfaat untuk mengatasi panas dalam.
Dawet Hitam Purworejo
8. Tahu Petis
Tahu petis adalah makanan khas Jawa Tengah daerah Semarang. Tahu petis bisa dihidangkan untuk lauk maupun sebagai cemilan. Dinamakan tahu petis karena berbahan dasar tahu pong yang digoreng dan disajikan dengan bumbu petis berupa saus hitam.
Tahu Petis
9. Sego Liwet
Sego Liwet atau nasi liwet biasa ditemukan di daerah Solo Jawa Tengah. Makanan satu ini sangat khas Solo, terbuat dari beras yang diliwet yaitu dimasak dengan santan, garam, serai dan diberi daun salam. Ditambah lagi dengan lauk berupa ayam dan telur, makin menambah nikmat dan gurih sajian nasi liwet solo.
Nasi Liwet
10. Sambel Lethok
Sambel lethok atau sambel tumpang adalah sambel yang dibuat dari tempe yang hampir membusuk. Jangan ditanya rasanya sobat, rasanya sangat enak dan bikin ketagihan. Biasanya, sambel tumpang atau lethok di sajikan bersama dengan makanan yang seperti tahu, tempe, kikil, bubur dan lainnya. Oya, sambel lethok ini adalah makanan khas daerah Boyolali Jawa Tengah. Baca juga: Pilihan tempat wisata murah di Bandung
Sambal Lethok
11. Tahu Susu.
Masih dari kawasan Boyolali, satu yang sangat terkenal dari Boyolali adalah susunya. Susu sapi sebagai komoditas utama daerah Boyolali, sehingga tidak heran banyak olahan yang berbahan dasar susu seperti tahu susu salah satunya. Berbeda dengan tahu kebanyakan yang terbuat dari kedelai, tahu susu benar-benar terbuat dari susu. Susu pertama dari sapi yg baru melahirkan segera diambil dan dipisahkan karena masih kental lalu dikukus atau direbus.
Tahu Susu
12. Nasi Grombyang
Nasi grombyang adalah makanan khas daerah Pemalang. Dinamakan dengan grombyang karena dalam penyajiannya airnya sangat banyak daripada isinya atau dalam istilah Pemalang disebut dengan grombyang-grombyang. Untuk sobat yang belum tahu, Nasi grombyang seperti soto atau rawon.
Nasi Grombyang
1. PEMPEK



Pempek, makanan khas Palembang yang telah terkenal di seluruh Indonesia. Dengan menggunakan bahan dasar utama daging ikan dan sagu, masyarakat Palembang telah berhasil mengembangkan bahan dasar tersebut menjadi beragam jenis pempek dengan memvariasikan isian maupun bahan tambahan lain seperti telur ayam, kulit ikan, maupun tahu pada bahan dasar tersebut. Ragam jenis pempek yang terdapat di Palembang antara lain pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek keriting, pempek adaan, pempek kulit, pempek tahu, pempek pistel, pempek udang, pempek lenggang, pempek panggang, pempek belah dan pempek otak - otak. Sebagai pelengkap menyantap pempek, masyarakat Palembang biasa menambahkan saus kental berwarna kehitaman yang terbuat dari rebusan gula merah, cabe dan udang kering yang oleh masyarakat setempat disebut saus cuka (cuko).

2. TEKWAN



Tekwan, makanan khas Palembang dengan tampilan mirip sup ikan berbahan dasar daging ikan dan sagu yang dibentuk kecil - kecil mirip bakso ikan yang kemudian ditambahkan kaldu udang sebagai kuah, serta soun dan jamur kuping sebagai pelengkap.

3. MODEL



Model, mirip tekwan tetapi bahan dasar daging ikan dan sagu dibentuk menyerupai pempek tahu kemudian dipotong kecil kecil dan ditambah kaldu udang sebagai kuah serta soun sebagai pelengkap. Ada 2 jenis model, yakni Model Ikan (Model Iwak) dan Model Gandum (Model Gendum).

4. Laksan



Laksan, berbahan dasar pempek lenjer tebal, dipotong melintang dan kemudian disiram kuah santan pedas.

5. Celimpungan



Celimpungan, mirip laksan, hanya saja adonan pempek dibentuk mirip tekwan yang lebih besar dan disiram kuah santan.

6. Tempoyak



Tempoyak, makanan khas Palembang yang berbahan dasar daging durian yang ditumis beserta irisan cabai dan bawang, bentuknya seperti saus dan biasa disantap sebagai pelengkap makanan, rasanya unik dan gurih.

7. Kue Maksuba



Kue Maksubah, kue khas Palembang yang berbahan dasar utama telur bebek dan susu kental manis. Dalam pembuatannya telur yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar 28 butir. Adonan kemudian diolah mirip adonan kue lapis. Rasanya enak, manis dan legit. Kue ini dipercaya sebagai salah satu sajian istana Kesultanan Palembang yang seringkali disajikan sebagai sajian untuk tamu kehormatan. Namun saat ini kue maksubah dapat ditemukan di seluruh Palembang dan sering disajikan di hari raya.


8. MARTABAK HAR



Martabak HAR,adalah makanan Khas dari India yang dibawah oleh Haji Abdul Razak. Berbahan dasar tepung terigu, yang diberi telor bebek dan telor ayam,kuahnya berbahan kari kambing yang dicampur kentang.

9. Pindang Tulang

Pindang Tulang, berbahan dasar tulang sapi dengan sedikit daging yang masih menempel dan sumsum di dalam tulang, direbus dengan bumbu pedas, sama halnya dengan pindang patin, makanan ini nikmat disantap sebagai lauk dengan nasi putih hangat

10. Kue Srikayo



Kue Srikayo, berbahan dasar utama telur dan daun pandan, berbentuk mirip puding. Kue berwarna hijau ini biasanya disantap dengan ketan dan memiliki rasa manis dan legit.

1. Papeda Khas Papua

5 Makanan Khas Papua Yang Terkenal
Papeda khas papuaini adalah makanan yang berupa bubur sagu khas Papua, makanan ini biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit. Makanan khas papeda berwarna putih dan bertekstur lengket menyerupai lem dengan rasa yang tawar. Di dalammakanan ini terdapat serat yang banyak, rendah kolesterol dan bernutrisi.

2. Ikan Bungkus Khas Papua

5 Makanan Khas Papua Yang Terkenal
Ikan bungkus khas papua ini dibuat dari dua bahan yaitu ikan laut dan daun talas sebagai bahan untuk membungkusnya. Bumbu khasnya rempah yang digunakan pun hanya garam untuk memberikan rasa asin dan untuk menghilangkan getah pada daun talas yang digunakan. Bahan dan bumbunya sedikit dan cara membuatnya pun sangat sederhana dan mudah. Dalam pembuatanya pertama bersihkan ikan kemudian dimasukkan kedalam daun talas dan ditutup. terakhir dibakar diatas api kecil hingga masak. Kalau sudah masak ya diangkat dan langsung disajikan saat hangat.

3. Aunu senebre Khas Papua

5 Makanan Khas Papua Yang Terkenal
Aunu senebre ini dibuat dari bahan dasar ikan teri nasi yang dicampur dengan irisan daun talas. Makanan ini memiliki tekstur yang tidak kering. Daun talas yang diiris juga menambah rasa gurih dari aunu senebre. Di Papua makanan khas ini biasanya disantap dengan sepiring papeda atau umbu-umbian.

4. Ikan Bakar Manokwari Khas Papua
 
5 Makanan Khas Papua Yang Terkenal
Ikan bakar manokwari ini merupakan makanan khas masyarakat manokwari, Papua. Ikan bakar ini biasanya menggunakan ikan tongkol. Kalau biasanya, Anda menemuki ikan bakar dengan bumbu kecap. Dalam penyajian makanan ini cukup berbeda dengan daerah lainya. Ikan bakarini mempunyai rasa yang gurih ditambah dengan siraman sambal

5. Sate Ulat Sagu Khas Papua

5 Makanan Khas Papua Yang Terkenal

Mantau

makanan khas Balikpapan mantau
Mantau
Mantau memang bukan asli makanan khas Balikpapan. Mantau lebih banyak dikenal sebagai salah satu jenis kuliner khas Cina. Namun di Balikpapan, ada kuliner mantau yang sangat terkenal dan banyak dijadikan oleh-oleh saat bepergian ke Balikpapan. Salah satu produsen mantau yang sudah dikenal luas di kota Balikpapan adalah Pondok Mantau. Mereka pun menyediakan produk mantau yang bisa dimakan di tempat atau bisa juga dibawa pulang untuk oleh-oleh. Harganya juga tidak terlalu mahal, yakni sebesar 60 ribu rupiah.

makanan khas BalikpapanBingka

Bingka Balikpapan
Makanan khas Balikpapan berikutnya adalah amplang, sebuah kue tradisional yang dibuat dengan bahan utama kentang. Makanan ini memang tidak mempunyai daya tahan yang lama. Terlebih kue bingka dibuat dengan bahan-bahan tanpa pengawet. Di antaranya adalah kentang, telor, mentega, bula, susu serta santan. Kuliner yang satu ini mempunyai rasa yang gurih dan manis. Selain itu, saat ini para traveler juga bisa mendapatkan berbagai varian rasa bingka. Mulai dari bingka rasa keju, piang, gula merah bahkan bingka labu merah.

Amplang

makanan khas Balikpapan
Amplang Balikpapan
Amplang juga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh makanan khas Balikpapan untuk dibawa pulang. Amplang yang berasal dari kota Balikpapan dibuat dengan bahan utama daging ikan pipih. Selain itu, saat ini juga banyak amplang yang diproduksi dengan memakai bahan dasar utama berupa daging ikan tengiri. Bentuknya yang seperti kerupuk, membuat amplang pun jadi pilihan jajanan yang enak untuk disantap. Bisa dimakan di tengah perjalanan atau bisa juga dibawa pulang.

Bakpia

makanan khas Balikpapan
Bakpia Balikpapan
Bakpia dari kota Balikpapan tidak kalah lezatnya jika dibandingkan dengan bakpia patok yang ada di Yogyakarta. Bentuk bakpia yang ada di kota Balikpapan sedikit berbeda dengan bakpia dari Yogyakarta. Bakpia di kota ini memiliki ukuran yang sedikit lebih besar. Tak hanya itu, bakpia khas Balikpapan juga mempunyai varian isi yang lebih banyak. Mulai dari bakpia isi kacang hijau, cokelat ataupun keju.

Onde-onde ubi ungu

makanan khas Balikpapan
Onde onde ubi ungu
Terakhir adalah onde-onde ubi ungu yang baru-baru ini menjadi pilihan oleh-oleh menarik dari Balikpapan. Onde-onde ini merupakan kreasi dari Rumah Kue Brownies dan tersedia dalam berbagai pilihan rasa. Di antaranya adalah kacang hijau, keju, cokelat serta ubi ungu.
1. Mie Aceh


Mie Aceh, satu jenis kuliner yang menggoda dari Aceh, dapat dicicipi dengan dua cara, yakni di goreng atau direbus alias menggunakan kuah. Untuk rasa bisa memilih sendiri, apakah ingin pedas atau tidak. Sebagai variasi bisa meggunakan kepiting, daging atau seafood. Variasi inilah yang nanti menentukan nama mienya.

2. Sate Matang


Sate matang sudah bergema di setiap kota seluruh Aceh, medan bahkan Jakarta. Di mana ada masyarakat Aceh bermukim di kota-kota besar di Indonesia. Pasti ada gerobak yang bertulis sate “sate matang” . Dinamakan sate matang karena asalnya dari daerah Matang, Bireuen. Yang bikin special sate ini karena makanya dengan kuah soto. Di Banda Aceh, banyak warung yang menyediakan makanan ini, salah satunya adalah di Rex Peunanyong.

3. Kuah Pliek U


Kuah Pliek 'U adalah makan aceh yang sangat populer dengan campuran berbagai rasa dan kaya akan vitamin serta zat-zat yang bisa meningkatkan gairah dan kekebalan tubuh. 
Selain itu juga Kuah Pliek 'U juga merupakan makanan yang melambangkan kekerabatan dan keanekaragaman dalam masyarakat Aceh yang dapat disatukan dalam satu kuali, sehingga mengasilkan rasa yang unik dan digemari oleh seluruh masyarakat di luruh dunia. kuah Pliek 'U juga merupakan media memperkenalkan hasil alam Aceh yang begitu kaya akan jenis sayurnya sehingga dengan menyantap kuah Piek 'U berarti kita telah menyantap seluruh sayuran yang ada di Aceh. Masakan ini wajib dimakan, karena pergi ke Aceh tanpa makan Kuah Pliek 'U, sama seperti belum pergi ke Aceh. Masakan ini sangat mudah didapatkan, 90% rumah makan di Aceh pasti menyediakan Kuah Pliek 'U.

4. Gulai Kambing


Gulai kambing Aceh mempunyai rasa yang khas, karena memakai bumbu khas Aceh. dimasak dengan menggunakan kuali besi yang besar dan terus di panaskan. Artinya kapanpun anda pesan gulai kambing selalu dihidangkan dalam keadaan panas, daging kambing nya pun empuk dan tidak bau. Anda juga akan di hidangkan daging rebus cincang yang di campur dengan bawang dan cabe rawit tumbuk serta jeruk nipis sebagai pelengkap gulai kambing. Kalo berkunjung ke Banda Aceh jangan lupa untuk mencicipi hidangan yang satu ini.

5. Kuah Masam Keu-eung


Masakan Asam Pedas adalah masakan yang ada hampir diseluruh Indonesia, bahkan Asia Tenggara dengan nama bermacam-macam. Di Aceh Masakan ini bernama Asam Keueung atau Masam Keueung yang arti secara harfiah adalah Masam Pedas.

6, Kuah Sie Itek


Masakan Itik atau Bebek sangat banyak ragam dan macamnya di Nusantara. Tapi yang ini jelas beda karena masakan bebek ini punya resep sendiri dari Aceh. Gule itek dari Aceh yang paling terkenal dating dari Bireun di daerah ini bumbunya sangat terasa. Penasaran? Anda bisa langsung mencobanya di restoran-restoran khas Aceh yang ada di sekitar tempat tinggal anda


7. Ayam Tangkap


Ayam tangkap merupakan makanan khas Aceh Besar, terbuat dari ayam yang di goreng dengan cabe hijau dan daun Teumuru atau Salam Koja atau Daun Kari (orang Aceh menyebutnya Teumuru sementara 2 nama lainnya saya dapat dari. Rasanya memang seperti ayam goreng biasa ditambahi aroma daun teumuru dan cabai hijau sehingga mempunyai sensasi rasa tersendiri. Ayamnya dipotong kecil-kecil sehingga tersembunyi dibalik tumpukan daun teumuru dan cabai hijau goreng serta taburan bawang goreng di atasnya, mungkin karena tersembunyi itulah maka dinamakan ayam tangkap
.
8. Rujak Aceh


Anda tentu tak asing lagi dengan rujak. Kudapan sehat itu terbuat dari aneka buah segar yang dicocol dengan sambal gula merah yang menggoda. Namun, pernahkah Anda mencoba rujak Aceh? Berbeda dengan rujak yang biasa kita makan, rujak Aceh ini memiliki ciri khas tersendiri yang membuat rasanya berbeda dan rujak pada umumnya.
Yang membuat rujak Aceh berbeda adalah buah yang dipakai. Rujak Aceh menggunakan buah rumbia khas Aceh. Buah yang daunnya digunakan untuk membuat atap rumah ini diserut bersama buah-buahan lainnya.
Rujak Aceh sudah menjadi makanan tradisional di daerah ini sejak lama. Makanan ini nikmat dimakan dalam keadaan dingin atau dicampur dengan es serut dengan siraman saus rujak dan dinikmati di siang hari yang terik.

9. Martabak Aceh


Martabak ini adalah martabak khas Aceh yang berbeda dari martabak yang biasa kita kenal. Bagaimana dengan cita rasa makanannya? Martabaknya tentu berbeda dengan martabak yang biasa kita temui.
Dengan bahan dasar roti Cane, Sedangkan martabaknya sepintas mirip dengan telor dadar biasa, tapi ketika digigit baru terasa perbedaannya. Martabak ini menggunakan roti cane sebagai "kulitnya", dan dengan rasa yang gurih dan sedikit pedas, martabak aceh ini enak untuk disantap sebagai cemilan dan Sangat dianjurkan dinikmati dengan Coffee.

10. Ungkot Kemamah


Ungkot Kemamah merupakan masakan khas Aceh lainnya dengan cita rasanya yang sangat menantang. Persis seperti bentuknya, ikan kemamah terbuat dari ikan tuna yang telah direbus dan dikeringkan yang kemudian diiris-iris. Ikan kemamah dapat dimasak dengan menggunakan berbagai bahan masakan, seperti santan kelapa, kentang, cabai hijau dan bahan rempahan lainnya. Selama perang Aceh melawan Belanda di hutan belantara, jenis masakan ini sangat terkenal karena sangat mudah dibawa dan dimasak.

11. Kue Adee


Kue tradisional sejenis bingkang manis ini, hanya bisa ditemui di Aceh, khususnya di kawasan kabupaten Pidie Jaya. Namanya pun tak susah untuk dilafal, yakni Adee.
Adee merupakan jenis kue bertekstur lembut, legit, dan manisnya berasal dari gula asli. Sepintas kue ini mirip dengan bingkang. Adee bisa menjadi paduan enak saat menyeruput segelas kopi atau teh. Juga bisa menjadi hidangan istimewa untuk menjamu tamu. Atau pun sebagai oleh-oleh untuk teman dan kerabat di luar kota.

12. Kue Timphan


Hidangan kue khas Aceh disaat lebaran atau hari raya baik hari raya Idul fitri maupun Idul Adha, Timphan ini dibuat 1 atau 2 hari sebelum lebaran dan daya tahannya bisa mencapai lebih kurang seminngu,Timphan adalah menu hidangan utama buat tamu yang berkunjung kerumah saat lebaran.
Timphan yang merupakan makanan lembek berbalut daun pisang muda ini yang paling terkenal adalah Timphan rasa srikaya. Sebelum menjelang lebaran bisanya ibu-ibu sudah menyiapkan daun pisang muda baik memetik di kebun atau beli dipasar

13. Kopi Aceh


Jangan mengaku pecandu kopi jika belum pernah merasakan nikmat dan kedahsyatannya kopi Aceh. Aceh dari dulu memang terkenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia, dengan cita rasanya yang khas dan aroma yang kuat, seperti kopi Aceh Gayo.
Kopi Aceh pada dasarnya sama dengan kopi-kopi pada umumnya. Namun, karena cara penyajiannya yang agak berbeda, kopi Aceh memiliki perbedaan rasa malah di dalamnya terdapat kandungan antitoksin, menambah stamina tubuh dan dapat mengencangkan kulit.
Kopi aceh sangat spesial rasanya karena Anda tidak akan menemukan kopi senikmat kopi aceh di daerah manapun di Indonesia. Hal menarik saat menikmati kopi di Aceh adalah dengan bersantai dan bercanda dengan teman-teman dan kerabat. Menikmati kopi di Aceh adalah pengalaman yang unik dan langka.